BAB.I. PENDAHULUAN, PENGERTIAN DAN SIKLUS HIDROLOGI, PRESIPITASI, EVAPORASI, EVAPOTRANPORTASI, INFILTRASI, PERKOLASI, PARAMETER HIDROLOGI, KORELASI/PENGARUH PARAMETER HIDROLOGI DALAM REKAYASA TEKNIK SIPIL
BAB.I.
PENDAHULUAN,
PENGERTIAN DAN SIKLUS HIDROLOGI,
PRESIPITASI, EVAPORASI, EVAPOTRANPORTASI, INFILTRASI, PERKOLASI, PARAMETER
HIDROLOGI, KORELASI/PENGARUH PARAMETER HIDROLOGI DALAM REKAYASA TEKNIK SIPIL
1.1. PENDAHULUAN
Hidrologi SPL 144 (2-0) adalah mata kuliah
yang wajib diambil oleh mahasiswa Program Teknik Sipil. Mata kuliah Hidrologi pembahasan dimulai pengertian dan siklus hidrologi,
presipitasi, evaporasi, evapotranportasi, infiltrasi, perkolasi, parameter
hidrologi, korelasi/pengaruh parameter hidrologi dalam rekayasa teknik sipil pemahaman
mengenai sumber daya air (sungai, danau, waduk), metodologi dan pengukuran
besaran hidrologi; analisis data hujan besaran rata-rata dan besaran ekstrim; hidrograf
tinggi muka air dan hidrograf debit; hidrograf satuan penelusuran banjir sungai
dan reservoir serta analisis debit dengan beberapa metoda; pengendalian banjir.
Penyajian
materi dilakukan melalui ceramah dan diskusi, disamping itu dilakukan upaya
pendalaman materi dengan mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti pratikum di
lapangan, berupa data curah hujan untuk perencanaan bangunan air.
Deskripsi Mata Kuliah
Mata
kuliah ini membahas tentang: pembahasan dimulai dari pembahasan
dimulai pengertian dan siklus hidrologi, presipitasi, evaporasi,
evapotranportasi, infiltrasi, perkolasi, parameter hidrologi, korelasi/pengaruh
parameter hidrologi dalam rekayasa teknik sipil pemahaman mengenai sumber daya
air (sungai, danau, waduk), metodologi dan pengukuran besaran hidrologi; analisis
data hujan besaran rata-rata dan besaran ekstrim; hidrograf tinggi muka air dan
hidrograf debit; hidrograf satuan penelusuran banjir sungai dan reservoir serta
analisis debit dengan beberapa metoda; pengendalian banjir.
Tujuan
Instruksional Umum
Setelah
mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat memahami pengertian tentang pembahasan dimulai dari pembahasan dimulai pengertian dan
siklus hidrologi, presipitasi, evaporasi, evapotranportasi, infiltrasi,
perkolasi, parameter hidrologi, korelasi/pengaruh parameter hidrologi dalam
rekayasa teknik sipil pemahaman mengenai sumber daya air (sungai, danau,
waduk), metodologi dan pengukuran besaran hidrologi; analisis data hujan besaran
rata-rata dan besaran ekstrim; hidrograf tinggi muka air dan hidrograf debit; hidrograf
satuan penelusuran banjir sungai dan reservoir serta analisis debit dengan
beberapa metoda; pengendalian banjir.
Penilaian
Komposisi penilaian terdiri atas : Kuliah
Tatap Mukai (5%), Quis
(10%), Tugas
Mandiri (25%), UTS
(25%), UAS (35%). Komposisi ini sifatnya tidak mengikat, dan dapat
berubah sesuai dengan keadaan yang ada.
Bentuk Pembelajaran
Bentuk pembelajaran yang digunakan adalah tatap
muka, tanya jawab / diskusi di kelas dan pratikum atau tugas.
1.2.PENGERTIAN DAN SIKLUS HIDROLOGI
1.2.1.Sejarah singkat hidrologi.
Asal kata Hidrologi
dituliskan sebagai sejarah singkat Hidrologi dan digambarkan mengikuti
kronologis sebagai berikut: tahun 1000 SM ditemukan asal air, oleh Hormer
(dalam bukunya : Hiad) dan pada tahun 650 SM asal air juga dibahas oleh Thales.
Homer yakin bahwa terdapat tampungan yang demikian besar yang dapat mencatu air
di sungai, laut, mata air, sumur, dan lain-lain. Ada suatu hal yang menarik
untuk dicatat bahwa saat itu Homer telah memahami tentang debit dan kecepatan
air yang mengalir dalam saluran di Yunani. Kemudian hal yang sama juga dibahas
oleh Aristoteles (tahun 483 SM) dan plato (tahun 427 SM), namun hubungan antar
komponen air masih belum dikemukakan secara jelas. Tahun 1608 M ditemukan
Hidrologi praktis antara lain ditandai dengan pengukuran hujan selama 3 tahun
dan pengukuran limpasan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Seine oleh Pierre
Perrault. Hidrologi Praktis ini juga diamati oleh Edme Mariotte (tahun 1620 M)
dan Edmund Haley (tahun 1656 M). Saat itu beliau menganggap bahw a air di mata
air tidak sama dengan air sungai yang berasal dari hujan, alasannya air hujan
tidak cukup banyak dan permukaan bumi sangat kedap. Pada jaman Nabi Isa, Marcus
Virturius menemukan infiltrasi (tahun 1452 M). Dalam buku Volume 8 of his treatise De Architectura Libri Decem (the engineer's chief handbook during the
Middles Ages), Marcus Viturius sudah mulai memperhatikan adanya siklus
hidrologi antara lain dengan memberikan hipotesis bahwa hujan dan salju
yangjatuh di daerah pegunungan terinfiltrasi ke dalam permukaan bumi dan
akhirnya muncul di dataran rendah sebagai aliran dan mata air. Kemudian pada
tahun 1509 M, Pallisy dan Leonardo Da Vinci mengembangkan lebih lanjut tentang
siklus hidrologi. Akhirnya sejak saat inilah Hidrologi berkembang terus sampai
sekarang.
1.2.2.Definisi hidrologi.
Menurut CD Soemarto
(1995), Hidrologi adalah ilmu yang menjelaskan tentang kehadiran dan gerakan
air di alam kita ini, yang meliputi berbagai bentuk air, yang menyangkut
perubahan-perubahannya antara keadaan cair, padat, dan gas dalam atmosfir, di
atas dan bawah permukaan tanah. Menurut Sri Harto (1990), secara umum,
hidrologi dimaksudkan sebagai ilmu yang menyangkut masalah air.
Pada pertemuan International
Association of Scientilic Hidrology di Zurich (1938),
Hidrologi dibagi menjadi 3 antara lain: (1). Potamology
berhubungan dengan sungai; (2). Cryology, berhubungan dengan salju; dan (3).
Limnology, berhubungan dengan danau.
1.2.3.Siklus hidrologi.
Air di bumi antaralain meliputi yang ada di atmosfir,
di atas permukaan tanah dan di bawah permukaan tanah. Jumlah air di bumi kurang
lebih berjumlah
yang terdiri
dari
1. Air laut : 97%
2. Air tawar : 3% yang meliputi:
a. Salju, es, gletser
75%
b. Air tanah (jenuh) 24
%
c. Air danau 0,3
%
d. Butir-butir daerah tak jenuh 0,065%
e. Awan, kabut, embun, hujan 0,035%
f. Air sungai 0,030
%
Siklus hidrologi merupakan gerakan air laut ke udara,
kemudian jatuh ke permukaan bumi lagi sebagai hujan atau bentuk presipitasi
yang lain, dan aktrirnya mengalir ke laut. Hal-hal penting yang perlu diketahui
berkaitan dengan siklus hidrologi : (1). Dapat berupa siklus pendek , yaitu
dari hujan, menuju laut / danau /
sungai, kemudian menuju laut lagi; (2).
Terjadinya tidak ada keseragaman waktu; (3). Intensitas dan frekuensi
bergantung pada geografi dan iklim (hal ini berkaitan dengan letak matahari
yang berubah sepanjang tahun); dan (4). Berbagai bagian siklus sangat kompleks.
Gambar 1.1.Siklus Hidrologi.
1.2.4. Konsep Dasar Hidrologi.
Dalam pengembangan
sumberdaya air, estimasi volume air itu merupakan hal yang sangat penting
karena merupakan dasar perencanaan dan pengoperasian sistem sumber daya air.
Proyek sumber daya air
sederhana meliputi: (1). Suplesi air, untuk irigasi, industri, air minum, dan
lain-lain; (2). Pengendalian banjir; (3). PLTA; (4). Pengelolaan DAS; (5).
Penggelontoran; (6). Tambak, dan lain-lain.
Untuk pengendalian banjir, diperlukan harga tertinggi
dan untuk ini dilakukan analisa banjir rancangan , yang memerlukan disain
parameter. Sedangkan untuk suplesi air dilakukan analisa debit andalan.
Para teknisi mempunyai kepentingan untuk (l) Mengatur
aliran sungai; (2) Pembuatan waduk-waduk; dan (3) Pembuatan saluran-saluran
irigasi. Untuk keperluan tersebut diperlukan ilmu-ilmu yang menunjang antara
lain Matematika, Ilmu Alam, Statistika, Meteorologi, Oceanografi, Geografi,
Geologi, Geomorfologi, dan Hidrolika. Selain itu harus mempunyai pengalaman di
bidang Kehutanan, Pertanian, Biologi, dan Botani.
Gambar 1.1.Penyebaran ilmu hidrologi
Gambar1.2.Gambaran hidrologi untuk teknik sipil
1.2.5.Perbedaan secara sederhana antar deterministic,
Stokostik dan probabilistic.
Proses (hidrologi)
merupakan gambaran fenomena (hidrologi) yang mengalami perubahan terus menerus,
terutama terhadap waktu. Berkenaan dengan hal tersebut, ada 3 proses yang perlu
diketahui yaitu Proses Deterministik, Proses Stokastik dan Proses
Probabilistik.
a.
Proses Deterministik
Proses deterministik mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
1.
Tidak bergantung pada peluang;
2.
Tidak berubah karena waktu;
3.
Perubahan variabel mengikuti hokum kepastian; dan
4.
Memakai variabel (data dipakai untuk menentukan parameter).
Contoh : aliran air tanah. Secara matematik, proses
deterministik digambarkan sebagai berikut:
1.
Merupakan fungsi matematik; dan
2.
Tidak ada error.
b.
Proses Stokastik
Proses stokostik mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut :
1.
Bergantung pada waktu
2.
Perubahan variable merupakan foktor peluang
3.
Memakai matematika, ada unsur random.
Contoh kebayakan proses
hidrologi. Secara matematik, proses stokastik di gambarkan sebagai berikut :
1.
Mempunyai irama, mempunyai kecendrungan (trend) dan
2.
Merupakan fungsi waktu.
c.
Proses Probabilistik.
Proses probabilistic mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
1.
Tidak tergantung waktu
2.
Perubahan variable merupakan factor peluang dan
3.
Mekanisme fisik bergantung pada data.
Contoh lengkung durasi aliran, analisis frekuensi.
Secara matematis proses probabilistic digambarkan sebagai berikut:
Ada unsur random
dan merupakan fungsi waktu
Berdasarkan gambaran di atas, proses hidrologi
umumnya dikategorikan menjadi 2 bagian besar yaitu
Hidrologi
Parametrik, merupakan pengembangan dan analisis hubungan antar parameter
fisik dalam kejadian hidrologi
Hidologi
Stokostok, merupakan manioulasi karakteristik statistic dari
variable-variabel hidrologi., Dalam penerapannya, yang utama adalah penataan
urutan kejadian dan urutan non historik.
1.3.PRESIPITAS
Presipitasi
adalah hujan berbentuk air yang jatuh ke permukaan bumi, bentuk ini bisa berupa
butiran-butiran es, salju dancairan air. Untuk daerah katulistiwa/ tropik seperti
Indonesia, bentuk presipitasi adalah pada umumnya berbentuk cairan dan biasa disebut
hujan. Hujan berasal dari perpadatan dan
kondensasi uap, yang selalu ada dalam atmosfir.
Tipe
Hujan
•
Hujan Siklonik
•
Hujan Konvektif
•
Hujan Orografik
Hujan
Siklonik: berasal dr naiknya udara yg dipusatkan di daerah dgn tek
rendah
Hujan
Konvektif: berasal dr naiknya udara ke rempat yg lbh dingin
Hujan
Orografik: berasal dr naiknya udara krn adanya rintangan pegunungan
Hujan berasal dari perpadatan dan
kondensasi uap, yang selalu ada dalam atmosfir. Gerakan udara atau angin mempunyai saham besar dalam
pembentukan hujan, berdasarkan atas
gerakan udara ini hujan dapat dibagi dalam :
1) Hujan (presipitasi) convective ialah
presipitation yang disebabkan oleh
naiknya udara panas, lapisan udara naik ini
kemudian bergerak ke daerah
yang lebih dingin (terjadi perpadatan dan
kondensasi) dan terjadi hujan.
2) Hujan (presipitasi) cyclonic, berasal dari
naiknya udara terpusatkan dalam
daerah dengan tekanan rendah.
3) Hujan (presipitasi) orografic, ini disebabkan
oleh udara naik terkena
rintangan - rintangan antara lain gunung-gunung.
1.4.EVAPORASI,
Evaporasi adalah merupaka
proses fisis yang merubah bentuk larutan atau cairan menjadi bentuk gas atau
uap (Nugroho Hadisusanta, 2010, hal.78).
Evaporasi adalah
penguapan air dari permukaan air, tanah dan bentuk permukaaan bukan vegetasi
lainnya oleh proses fisika. (Chay Asdak,
2010,hal.101).
Evaporasi (Eo) adalah
penguapan yang terjadi dair permukaan air (seperti laut, danau, sungai,
permukaan tanah (genangan diatas tanah dan penguapan dari permukaan air tanah
yang dekat dengan permukaan tanah), dan permukaan tanaman ( intersepsi).(Bambang T,2014,hal. 69).
1.5.EVAPOTRANPORTASI,
Evapotrasnpirasi (ET)
adalah jumlah air total yang dikembalikan lagi ke atmosfer dari permukaan
tanah, badan air, dan vegetasi oleh
adanya pengaruh factor-faktor iklim dan fisiologis vegetasi. (Chay
Asdak, 2010,hal.117).
Evapotranspirasi adalah evapoasi dari permikaan lahan yang ditumbuhi
tanaman. (Bambang T,2014,hal. 76).
1.6.INFILTRASI DAN PERKOLASI,
Infiltrasi adalah aliran air kedalam tanah melului permukaan tanah. (Bambang T,2014,hal. 91). Infiltrasi
adalah gerakan air secara vertical kedlam tanah, setelah mengalami infiltrasi
lanjut. (Nugroho Hadisusanta, 2010, hal.119).
infiltrasi adalah proses aliran air (umumnya berasal dari curah hujan) Masuk
kedalam tanah. (Chay Asdak, 2010,hal.117).
Perkolasi adalah gerakan air secara vertical ke dalam tanah, setelah
mengalami infiltrasi lanjut. Kapasitas Infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi
maksimum yang tergantung pada kondisi permukaaan tanah. Infilltration rate
adalah kecepatan infiltrasi aktual, yang besarnya selalu lebih kecil atau sama
dengan kapasitas infiltrasi. (Nugroho
Hadisusanta, 2010, hal.119).
Menurut Nugroho Hadisusanta, 2010, hal.119. Peristiwa infilktasi sangat
berguna untuk
- Mengurangi besarnya banjr dan erosi
- Mengisisi aliran sungai pada waktu musim kemarau
- Menyediakan air tanah untuk pertumbuhan tanaman
- Sebagai pemasukan air tanah.
1.7. PARAMETER
HIDROLOGI,
Menurut Soewarno 2013,Siklus hidrologin terdiri
dari enam sub sentem yaitu
- Air di atmosfer
- Aliran permukaan
- Aliran bawah permukaan
- Aliran air tanah
- Aliran sungai/saluran terbuka
- Air dilautan dan genangan
Parameter hidrologi untuk tujuan
operaianal pekerjaan
- Mengumpulkan data hujan, iklim, arah angin
- Memproses data hujan, iklim, arah angin
- Analisis proses hidrologi, banjir, kekeringan
- Memprediksi keseimbangan air
- Memprediksi laju sedimentasi
- Mengatasi berbagai masalah sumberdaya air.
1.8. KORELASI/PENGARUH PARAMETER HIDROLOGI DALAM REKAYASA TEKNIK SIPIL.
Korelasi
parameter hidrologi dalam rekayasa tekniks sipil seperti
- Perencanaan bangunan air
- Menganalisis banjir
- Menganalisis kekeringan
- Menganalisis sedimen.
Referensi
a.
Soewarno, 2013, Hidrometri dan Aplikasi
Teknosabo dlam pengelolaan Sumber Daya Air penerbit Graha ilmu
b.
Nugroho Hadisusanta, 2010, Aplikasi Hidrologi, Penerbit Jogja
Mediautama
c.
Sri Harto. 2000. Hidrologi : Teori, masalah,
penyelesaian. Nafiri : Yogyakarta
d.
Chow, V.T. 1988. Applied Hydrology. McGrawHill. New York
e.
Soemarto, C.D. 1987. Hidrologi Teknik. Surabaya
: Usaha Nasional
f.
Sosrodarsono, S. 1976. Hidrologi untuk
Pengairan. Jakarta : Pradnya ParamitaLinsey. 1981. Hidrologi : Pengukuran dan
Pengelolaan Data Aliran Sungai (hidrometri). Bandung : Nova.
ok
BalasHapus